Zona Sulistyowati

Sesungguhnya jiwa saya merasa senang dengan ilmu, dengannya jiwa saya semakin kuat (Ibnu Taimiyah)

Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu



Judul Buku : Sebelum Anda Mengambil Keputusan Besar Itu
Penulis : H.M. Anis Matta, Lc
Penerbit : PT Syaamil Cipta Media, Bandung, Maret 2003
Tebal : 76 hlm
Daftar Isi
1. Kata Pengantar Penerbit
2. Bagian Pertama : Persiapan Menuju Pernikahan
1. Kesiapan Pemikiran
2. Kesiapan Psikologis
3. Persiapan Fisik
4. Persiapan Finansial
5. Tanya Jawab seputar Persiapan menuju pernikahan
3. Bagian Kedua : Mahligai Rumah Tangga Islami
1. Meraih Kebahagiaan
2. Menjalin Keharmonisan
4. Penutup
5. Biodata Penulis


Bagian Pertama: Persiapan Menuju Pernikahan
Minimal ada 4 hal yang harus dimiliki oleh seseorang ketika ia ingin memasuki gerbang pernikahan:
1. Kesiapan Pemikiran
2. Kesiapan Psikologis
3. Persiapan Fisik
4. Persiapan Finansial
1. Kesiapan Pemikiran
1. mempunyai kematangan visi keislaman
2. mempunyai kematangan visi kepribadian
3. mempunyai kematangan visi pekerjaan
1. a. Kematangan Visi Keislaman
Artinya, mempunyai dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya.
Artinya, mengetahui MENGAPA ia menjadi muslim
“Di dalam hidup ini, kita akan sesekali menghadapi banyak alternatif. Saat itu, kita akan banyak menghadapi masalah yang pemecahannya sangat ditentukan oleh kematangan pengetahuan tentang MENGAPA kita menjadi muslim, sehingga kita mampu dihadapkan pada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.”
1.b Kematangan Visi Kepribadian
Artinya, mempunyai konsep diri yang jelas
Artinya, mengetahui apa kelemahan dan kekuatannya, apa ancaman yang bisa meruntuhkan dirinya, tahu peluang berdasarkan potensi yang ada dalam dirinya.
“Pemahaman diri yang benar tentang diri sendiri akan melahirkan penerimaan diri yang baik. Membuat kita menerima diri secara apa adanya. Tidak menganggap diri kita melebihi kapasitasnya atau kurang dari kapasitasnya.”
“Saya sarankan pada Anda yang belum menikah, bahwa ketika kita mencari pasangan, jangan pernah bermimpi mencari pasangan yang ideal, tapi carilah PASANGAN YANG TEPAT.”
“Kita tidak sedang berpikir mencari istri atau suami yang unggul. Carilah istri yang tepat dengan bingkai kita, dengan kepribadian kita.”
“Sebab ternyata,
tidak semua orang cerdas membutuhkan orang yang cerdas lain,
tidak semua orang gagah membutuhkan wanita cantik,
tidak semua orang hebat membutuhkan orang hebat.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh banyak orang, menemukan bahwa kebanyakan orang besar dalam sejarah, ternyata memiliki pasangan yang bersahaja dan sangat sederhana.”
Kalau kita mampu menerima diri kita dengan baik, setelah menikah pada umumnya kita juga mampu menerima pasangan kita dengan baik.
INGAT!!!!
Bukan istri atau suami yang unggul.
Tapi,
Istri atau suami yang TEPAT.
1. c. Kematangan Visi Pekerjaan
Yusuf Qardhawi: “Pertama ada ilmu lalu iman. Ilmu menghasilkan iman. Iman menghasilkan kekhusyukan. Inilah yang menggerakkan hati untuk beramal.”
Ilmu yang terkait dengan perkawinan:
1. hak dan kewajiban suami-istri
2. masalah pendidikan (anak)
3. masalah kesehatan
4. masalah seksual
2. Kesiapan Psikologis
Artinya, kematangn tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup, untuk menghadapi tanggung jawab, untuk menghadapai masa-masa kemandirian.
“Kesiapan psikologis pada keseimbangan emosi di dalam jiwa kita. Ambivalensi dari rasa takut dan rasa berani. Ambivalensi dari rasa cinta dan benci. Ambivalensi antara harapan dan realisme.”
Paling sering kita alami dalam pernikahan adalah fluktuasi emosi yang cepat ketimbang saat kita masih bujang.
Sebagai istri, kata Rasulullah, kalau dilihat suaminya, ia menggembirakan. Seorang istri membutuhkan kemampuan psikologis luar biasa untuk setiap saat mampu melakukan 3 pekerjaan sekaligus: SEKRETARIS, RESEPSIONIS, PRAMUGARI.
3. Kematangan Fisik
Kematangan fisik menjadi persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan
“Fisik yang perlu kita perhatikan bukan berarti harus membuat orang tertarik. Cukuplah bila tidak membuat orang lari ketika melihat kita.”
Olahraga yang dianjurkan dalam Islam: menunggang kuda (kekuatan), berenang (kecepatan), dan memanah (kejelian).
4. Kesiapan Finansial
Artinya, perkawinan juga kerja ekonomi, bukan sekedar kerja cinta.
“Seorang wanita juga perlu mempertanyakan kepada calon suaminya tentang masalah finansial. Tidak berarti bahwa wanita itu materialistis. Tidak demikian. Seorang wanita perlu yakin bahwa suami yang mampu mengatakan I Love You 1000x sehari juga bisa memberikan susu bagi anak-anaknya. Paling bagus, beri susu buat anak-anak, nafkah buat istri, lalu katakan I Love You. Anda bisa memberikan susu, tapi tidak mengatakan I Love You, itu juga salah. Dua-duanya perlu.”
“Kita harus melihat sesuatu dengan rasional. Unsur Romantika sangat penting ada karena akan membuat hidup jadi indah. Romantika yang bagus dibangun di atas Realisme. Realisme tapi juga Romantis. Realistis tapi tidak Romantis, jadi kaku.”

Bagian Kedua : Mahligai Rumah Tangga Islami
1. Meraih Kebahagiaan
Dari ketiga unsur(Allah, Muhammad, sejarah manusia) saya menemukan bahwa unsur-unsur yang membentuk kebahagiaan sekelompok orang atau sesama manusia di dalam hidupnya ada beberapa hal :
1. Pertama, perasaan terarah atau keterarahan
2. Kedua, keharmonisan
3. Ketiga, konsistensi atau kelurusan di dalam hidup
4. Keempat, yaitu fasilitas fisik
2. Menjalin Keharmonisan
Perasaan ibadah melekat di dalam pikiran setiap orang yang ada di dalam rumah itu, sehingga misi kemudian membentuk satu muatan bahwa setiap anggota rumah adalah orang yang berjalan menuju Allah SWT.
Dengan nuansa ibadah, kita akan menemukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup, suatu kegembiraan jiwa.
Agar mampu membangun keharmonisan, setiap orang haruslah memiliki kemampuan ntuk memahami orang lain. Anda tidak mungkin mampu memahami orang lain dengan baik, kecuali jika Anda telah lebih mampu memahami Anda sendiri.
Sebenarnya struktur kejiwaan manusia memiliki berbagai kesamaan. Apa yang menggembirakan kita pada umumnya juga menggembirakan orang lain.
Kemampuan MENCINTAI dengan arti bahwa Anda menerima orang lain apa adanya, menerima secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kekuatan dan kelemahannya.
Pada tingkat berikutnya, kita menginginkan kebaikan bagi orang itu. Apapun yang kita lakukan, selalu berorientasi agar orang menjadi lebih baik.
Memberikan waktu kita bagi orang lain. Perhatian dan keinginan yang lebih banyak untuk membahagiakan. Kemampuan MEMPERHATIKAN merupakan kemampuan jiwa yang luar biasa besarnya.
Berbagai teknik berhubungan, muncul dari kemampuan dasar. Kemampuan memperhatikan, memahami, mencintai, mengembangkan diri, dst. Untuk memiliki kemampuan dasar, ketrampilan utamanya adalah KETRAMPILAN KOMUNIKASI. Ketrampilan ini lahir dari pengetahuan kita tentang jiwa manusia.
Perasaan kita tentang orang lain, diungkap setiap saat, baik suka pun tidak suka. Nyatakan cinta Anda dengan tindakan dan kata-kata. Bahkan pujian sekalipun, jelas kita semua sedang beribadah. Kelelahan akan berkurang kalau kita mendengar berita gembira, artinya, sebelum mendapatkan di surga, sebaiknya kita mendapatkan di dunia.
Rasulullah mengajak kita unytuk memenuhi rumah dengan panggilan yang indah dan kalimat-kalimat yang baik.
“Setelah saya renungi, mengapa Islam perlu menyatakan secara verbal, hikmah yang saya temukan adalah ternyata setiap kita membutuhkan penguatan dari waktu ke waktu.”
Yang penting bagi kita mulanya, bukan mencari pasangan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi pasangan yang baik.
PENUTUP
Selain keterarahan, keharmonisan, konsistensi dan berbagai sarana fisik, jangan lupakan misi sebuah rumah tangga Islami.
Keluarga dimulai dari 2 orang yang bertemu menjadi suami-istri, kemudian bertambah anggotanya dengan anak-anak yang lahir. Keluarga ini harus mengupayakan agar setiap anggota memiliki misi yang sama.
Bila misi yang sama telah tertanam di dada, maka setiap orang yang ada di keluarga itu akan merasakan bahwa rumah tangga ini hanyalah satu perahu dari sekian banyak perahu yang berlayar menuju Allah SWT.

Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

The CASH FLOW QUADRANT



Judul Buku : The CASH FLOW QUADRANT
Panduan Ayah Kaya Menuju Kebebasan Finansial
Pengarang : Robert T. Kiyosaki dan Sharon L. Lechter
Alih Bahasa : Rina Buntaran
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Jakarta 2004
Daftar Isi
Pendahuluan Anda Berada di Kuadran Mana? Apakah Kuadran itu sudah tepat untuk anda?
Bagian I CASH FLOW QUADRANT
Bab Satu “Kok Kalian Tidak Cari Kerja?”
Bab Dua Kuadran Berbeda..Orang Berbeda
Bab Tiga Mengapa Orang Lebih Memilih Aman dari pada Bebas
Bab Empat 3 Jenis Sistem Bisnis
Bab Lima Tujuh Tingkat Investor
Bab Enam Anda Tidak Bisa Melihat Uang dengan Mata Anda

Bagian II Membangkitkan Kemampuan Terbaik Anda
Bab Tujuh Menjadi Diri Anda
Bab Delapan Bagaimana Cara Saya Menjadi Kaya?
Bab Sembilan Jadilah Bank…Bukan Bankir
Bagian III Cara Menjadi “B” dan “I” yang sukses
Bab Sepuluh Ambil Langkah Kecil
7 LANGKAH CARA MENEMUKAN JALUR CEPAT FINANCIAL ANDA
Bab Sebelas Langkah 1 : Sudah Waktunya Mengurus Bisnis Anda Sendiri
Bab Dua Belas Langkah 2 : Mengendalikan Cash Flow Anda
Bab Tiga Belas Langkah 3 : Mengetahui Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko
Bab Empat Belas Langkah 4 : Tentukan Anda Mau Menjadi Investor Tipe Apa
Bab Lima Belas Langkah 5 : Cari Pembimbing
Bab Enam Belas Langkah 6 : Jadikan Kekecewaan Kekuatan Anda
Bab Tujuh Belas Langkah 7 Kekuatan Keyakinan
Bab Delapan Belas Rangkuman

Cashflow Quadrant
Judul tulisan saya kali ini sama dengan judul buku yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki, seorang keturunan Asia dan Amerika, pakar Financial dan guru dari berbagai tokoh sukses. Buku ini merupakan dasar dari usaha kita yang menginginkan kebebasan finansial dengan beralih dari kuadran kiri menuju kuadran kanan. Buku ini membahas mengenai kebebasan finansial.
Dalam buku tersebut kita harus mengetahui letak kuadran keadaan finansial kita.
Cash Flow Quadrant dipetakan menjadi E, S, B, dan I.








E untuk employee (pegawai),
S untuk self-employed (pekerja lepas),
B untuk business owner (pemilik usaha),
I untuk investor (penanam modal).

“E” dan “S” yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri, sedangkan “B” dan “I” yang menerima pemasukan dan bisnis atau investasi diletakkan di sisi kanan.



Setiap orang setidaknya menempati satu dari keempat Cashflow Quadrant dan kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri sebagai employee atau self-employee. The Cashflow Quadrant adalah tentang keempat jenis orang berbeda dalam dunia bisnis, tentang siapa diri mereka dan apa yang membuat individu di masing-masing kuadran unik.

Dalam buku ini, pembaca akan dibantu menentukan di mana posisi kita sekarang dalam kuadran, dan pembaca akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan sendiri untuk menuju kebebasan finansial. Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini, namun keterampilan “B” atau “I” akan membantu mencapai target finansial dengan lebih cepat.

Dan seorang “B” yang berhasil seharusnya menjadi seorang “I” yang berhasil juga. Buku ini ditulis bagi mereka yang siap untuk pindah dari keamanan pekerjaan dan mulai mencari
kebebasan finansial mereka; membuat perubahan finansial dan profesional yang besar dalam hidup mereka dan pindah dari Era Industri ke Era Informasi.
Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.

Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :

Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang relatif lama karena aset-lah yang bekerja untuknya.

CONTOH SEORANG ”E”
Mari kita ambil contoh yang pada umumnya terjadi di masyarakat, yaitu seorang karyawan perusahaan. Apabila seorang karyawan perusahaan tidak dapat bekerja karena alasan sakit atau usia lanjut, maka seorang karyawan tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka yang berasal dari perusahaan.

CONTOH SEORANG ”S”
Mari kita ambil contoh seorang dokter.
Apabila seorang dokter tidak praktek karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau karena adanya bencana yang mengakibatkan seorang dokter tidak bisa membuka prekteknya, maka dokter tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.

CONTOH SEORANG ”B”
Mari kita ambil contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky ( KFC ).
Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema satu bulan hingga beberapa tahun, maka bisnisnya akan tetap berjalan dan menghasilkan uang karena telah memilik sistem yang telah terbukti dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.

CONTOH SEORANG ”I”
Mari kita ambil contoh seorang investor atau pemegang saham.
Sama seperti seorang ”B”, yaitu ketika seorang investor ingin meninggalkan bisnisnya dalam
waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untukkya.


KUADRAN MANA YANG ANDA INGINKAN ?

KUADRAN KIRI :
SEMAKIN KAYA, SEMAKIN SIBUK
DAN FINANSIAL ???

KUADRAN KANAN :
SEMAKIN KAYA, SEMAKIN BEBAS WAKTU
DAN BEBAS FINANSIAL

Tapi menurut pendapat saya kita bisa memilih berada di dua kuadran atau lebih sekaligus. Sebagai contoh, Tung Desem Waringin, salah satu pembicara terbaik Indonesia dan guru saya juga. Pak Tung adalah seorang Self Employee (pembicara seminar), Business Owner (pemilik banyak bisnis) dan juga Investor (investor saham). Jadi semua tergantung pilihan anda.

Mau berada di kuadran manakah anda?
Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

RICH DAD, POOR DAD



RICH DAD, POOR DAD : Apa yang Diajarkan Orang Kaya pada Anak-anak Mereka tentang Uang yang Tidak Diajarkan oleh Orang Miskin dan Kelas Menengah!
ROBERT T. KIYOSAKI Bersama SHARON L. LECHTER C.P.A)
Alih Bahasa : J. Dwi Helly Purnomo
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Jakarta 2007

Daftar Isi
Ada Suatu Kebutuhan Xi
PELAJARAN
Bab Satu Ayah yang Kaya, Ayah yang Miskin
Bab Dua Pelajaran Satu---
Orang Kaya Tidak Bekerja untuk Uang…………………………………………………… 13
Bab Tiga Pelajaran Dua—
Mengapa Mengajarkan Melek Finansial? ……………………………………………………57
Bab Empat Pejaran Tiga---
Uruslah bisnis nda Sendiri……………………………………………………………………………… 93
Bab Lima Pelajaran Lima—
Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi ……………………………………………… 105
Bab enam Pelajaran Lima—
Orang Kaya Menciptakan Uang …………………………………………………………………… 121
Bab Tujuh Pelajaran Enam--
Bekerja untuk belajar—jangan bekerja untuk uang ………………………149
PERMULAAN
Bab Delapan Mengatasi Berbagai hambatan …………………………………………………………………………………………………… 167
Bab Sembilan Memulai …………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 191
Bab Sepuluh Masih Ingin Lagi? …………………………………………………………………………………………………………………………… 221
Epilog Bagaimana Membayar Biaya Kuliah Anak Kita yang Kian Mahal ………………………………………229
Tentang Penulis ………………………………………………………………………………………………………………………………… 235

Sebagai pengantar:
Buku ini menceritakan 2 “ayah” Robert T. Kiyosaki, yakni ayah kandungnya -sebagai kepada dinas pendidikan di Hawaii, yang berpendidikan tinggi, tapi tidak mengajarkan -yang disebut Robert- intelegensi finansial, dan meninggal dunia tanpa meninggalkan sepeser uang. Ayahnya ini dipanggilnya “poor dad” karena dianggapnya tidak melek finansial. Sedangkan ayah ke-2, sebenarnya adalah ayah temannya (nama temannya adalah Mike) yang ketika mereka berdua masih berumur 9 tahun, “ayah” tsb ( disebutnya “rich dad”) mulai berbisnis banyak (toko, konstruksi, restoran) dalam skala kecil, dan meninggal dalam keadaan mewariskan imperium bisnis kepada anaknya, si Mike.
BAB SATU : Ayah yang Kaya, Ayah yang Miskin
Robert T. Kiyosaki banyak bercerita ia sendiri yang masih menyimpan pendapat-pendapat konvesional, dan ayah angkatnya (ayah temannya, Mike), yang sudah berfikir lebih maju.

Ayah Kiyosaki berpendapat bahwa kesuksesan seseorang adalah ketika dia bisa bersekolah tinggi dengan prestasi yang hebat, dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi. Sedangkan ayah angkatnya berfikir bahwa kesuksesan akan dicapai jika kita lebih banyak memiliki asset daripada pengeluaran. Kiyosaki menyebut pemikiran ayah kandungnya sebagai pemikiran orang miskin, sedangkan pemikiran ayah angkatnya adalah pemikiran orang kaya.
Seperti yang dikisahkan oleh Robert Kiyosaki
Sebuah Pelajaran dari Robert Frost
Robert Frost adalah kesukaan saya. sekalipun saya menyukai banyak puisinya, yang jadi favorit saya adalah the Road Not Taken(Jalan Yang Tidak Kutempuh). Saya menggunakan pelajarannya hamper tiap hari.
Jalan Yang Tidak Kutempuh
Dua Jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dana saying aku tidak bisa menemouh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Kemana kelokannya mengarah di balik semak belukar;

Kemudaian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun taak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan ronto yang belum terusik.
Oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!
Meski tahu semua jalan berkaitan,
Aku ragu akan pernah kembali,

Aku akan menuturkan sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku—
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya,
Robert Frost (1916)

Beberapa point yang ditekankan dalam buku Rich Dad Poor Dad ini adalah :

1. Orang kaya tidak bekerja untuk uang

Kebanyakan orang berfikir bahwa semakin tinggi sekolah, semakin kita bekerja keras, maka keuangan kita akan semakin aman. Maka dalam pikiran orang kaya, hal ini adalah kekliruan. Orang selamanya akan memburu uang dan tergantung pada orang lain. Justru orang kaya berpendapat bahwa uanglah yang harus mengejar dia, dengan cara membangun asset. Aset tersebut bisa berupa kepercayaan, kertas (paper asset), property, dsb.


2. Mengajarkan melek financial sedini mungkin.

Pelajaran sangat penting bagi seorang anak, yaitu cara mendapatkan uang yang benar dan mudah, sangat jarang diajarkan di sekolah. Padahal melek financial ini ini harus diajarkan sedini mungkin dan berkelanjutan. Tapi bagi kita yang sudah terlanjur awam mengenai ini, sangat dianjurkan untuk mengejar ketertinggalan kita. Pengetahuan umum seperti akuntansi, pembukuan, perpajakan, dsb. seharusnya menjadi kebutuhan wajib bagi yang ingin melek financial.


3. Uruslah bisnis Anda Sendiri

Bekerja pada orang lain selalu beresiko. Misalnya tidak ada promosi, ada konflik atau bahkan dipecat. Sangat tidak enak menjadi pion dalam sebuah arena percaturan bisnis. Jadi mulailah membangun bisnis sendiri dengan memperbanyak asset yang kita miliki. Aset adalah sesuatu yang akan menjadi sumber pendapatan, dan bukan sumber pengeluaran. Rumah sewaanadalah asset, saham juga asset, dsb.


4. Sejarah pajak dan kekuatan korporasi

Penting untuk mengetahui seluk beluk perpajakan. Karena akan sangat tergantung pada kelancaran bisnis kita. Selain itu kekuatan korporasi akan sangat mendukung


5. Orang kaya menciptakan uang

Disini diceritakan bagaimana Kiyosaki dan Mike berusaha mencetak uang sendiri. Ayah kayanya memberitahu bahwa begitulah orang kaya, mencetak uang sendiri, tapi harus dengan cara yang legal. Artinya orang kaya selalu melihat peluang apapun yang bisa dijadikan uang. Apa yang tidak bisa dilihat orang lain, dia bisa lihat dan prediksi.


6. Bekerja untuk belajar, jangan bekerja untuk uang

Sudah jelas bahwa jika kita terpaksa harus bekerja pada orang lain, jadikanlah tempat itu sebagai tempat belajar. Bagaimana sebuah manajemen dijalankan, keuangan, pengelolaan SDM, dsb. Bukan sekedar teori, sebab pada bab-bab terakhir penulis pun memberikan langkah-langkah yang dilakukannya untuk memulai meraih kesuksesan finansial. Masih banyak yang bisa kita ambil dari buku ini. Cara penulisan yang ringan, sangat enak dibaca.

Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

Panduan Amal Wanita Shalihah


Judul: Panduan Amal Wanita Shalihah
Penulis: Afifah Afra
Penelaah: DR. KH. Muinudinillah Bashri, Lc., MA
Harga: Rp 54.000
Ukuran: A5/325 halaman

Inginkah Anda sejelita bidadari surga? Bidadari dengan sifat sebagaimana firman-Nya, "Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita parasnya. Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik." (QS. ash-Shaffat: 48-49).

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan wanita-wanita yang pandai menjaga kehormatannya. Paras mereka sangat jelita, matanya indah menawan, penampilannya luar biasa cantik, pandai menjaga diri, takwa, dan bersih. Allah juga berfirman, "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan" (QS. ar-Rahman: 58). Sebuah penggambaran yang begitu dahsyat tentang kecantikan seorang wanita bukan? Pendek kata, bidadari surga adalah kesempurnaan pesona seorang wanita. Tak hanya pesona lahiriah, tapi juga batiniah.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., bahwa Nabi Saw. pernah bersabda, "Seandainya seorang bidadari dari surga menampakkan diri kepada penghuni bumi, niscaya cahaya tubuhnya dan bau harumnya akan memenuhi ruang antara langit dan bumi, serta kerudung rambutnya lebih indah dan lebih bernilai daripada dunia seisinya" (HR. Bukhari). Namun, percayakan Anda bahwa ternyata ada sosok-sosok yang mampu mengalahkan Sang Bidadari? Ya, mereka adalah wanita salihah, meskipun di dunia memiliki wajah biasa-biasa saja, ternyata mereka akan menandingi kemuliaan para bidadari ketika memasuki pintu surga.

Ummu Salamah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?" Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukan mereka. "Allah SWT memberi cahaya di wajah mereka, mereka mengenakan sutera di tubuhnya, warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupaan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan, 'Kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.'"

Andakah wanita salihah itu? Perempuan-perempuan abadi yang takkan mati? Mari kita bersama-sama bergiat dalam amaliah salihah selama di dunia, sehingga kelak, kita pun akan mengatakan apa-apa yang mereka katakan. Buku di tangan Anda ini, insya Allah akan menjadi setitik cahaya yang akan memandu kita, untuk menapaki tangga surga. Insya Allah!

Isi buku ini begitu lengkap, berikut ini komposisi isinya:
BAB 1: AKIDAH PEREMPUAN SHALIHAH, membahas tentang iman, tauhidullah, syahadatain, al wala' wal bara' dan bid'ah.

BAB 2: IBADAH PEREMPUAN SHALIHAH, berisi tentang aturan thaharah, shalat, puasa, zakat dan haji

BAB 3: KEKHASAN REPRODUKSI PEREMPUAN, berisi tentang organ reproduksi perempuan, haid, istihadhah, kehamilan, melahirkan dan nifas, menyusui serta pengaturan jarak kelahiran.

BAB 4: PENAMPILAN PEREMPUAN SHALIHAH, berisi tentang bagaimana berpakaian, berhias dan menjaga penampilan

BAB 5: RUMAH TANGGA PEREMPUAN SHALIHAH, berisi tentang persiapan berumah tangga, pernikahan, nafkah dan keqawaman serta hak dan kewajiban suami-istri

BAB 6: BAGAIMANA PEREMPUAN SHALIHAH MENDIDIK ANAK, berisi tentang kewajiban ibu, fase perkembangan dan pertumbuhan anak serta kurikulum tarbiyah anak-anak.

BAB 7: PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT ISLAM, berisi tentang posisi perempuan dalam masyarakat Islam, karir yang diperbolehkan, serta gender dan feminisme.
Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

The Science & Miracle of Zona Ikhlas Aplikasi Teknologi Kekuatan hati


Judul: The Science & Miracle of Zona Ikhlas Aplikasi Teknologi Kekuatan hati
Penulis: Erbe Sentanu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: I, 2009
Tebal: 568 halaman
Harga: Rp199.800

Sinopsis :
Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama menganggap bahwa tidak ada satu pun kejadian yang ajaib. Yang kedua, menganggap semua hal yang terjadi adalah keajaiban (Albert Einsten).

Kiranya kata-kata bijak tersebut memang tepat, karena disadari atau tidak, seseorang pasti pernah mengalami hal yang dinamakan miracle atau keajaiban. Keajaiban terjadi dengan tingkat kebetulan yang seringkali tidak masuk akal. Jika diperhatikan, keajaiban sering kali terjadi saat seseorang dalam keadaan berserah, seperti bayi terhadap dunianya.

Sebenarnya, hal tersebut tidak terlalu mengherankan, karena ikhlas bukanlah sesuatu hal yang baru. Bahkan semua bayi yang terlahir, sudah dilengkapi dengan kemampuan itu. Namun sayang, seiring bertambahnya umur dan pengalaman seseorang, nampaknya ikhlas berubah menjadi sesuatu yang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk memahami dan mengaplikasikannya.

Padahal, aplikasi ikhlas justru membuat orang secara alamiah penuh daya. Ini terjadi karena saat seseorang merasa ikhlas dan berserah diri, sesungguhnya ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaanya dengan kehendak ilahi yang menghasilkan kolaborasi niat yang luar biasa pada level kuantum zona ikhlas. Maka saat itulah, terjadi kemudahan dari Tuhan berupa keajaiban yang seringkali hadir dengan sendirinya, seolah-olah otomatis.

Ikhlas adalah berserah, begitu kita dinasihatkan. Ikhlas merupakan "ilmu" tertinggi yang diberikan-Nya kepada umat manusia, dan jika ilmu tersebut diterapkan dalam setiap langkah kehidupan, Tuhan menjanjikan limpahan berkah kebaikan bagi umat manusia. Untuk mecapai keikhlasan, Dalam konteks itulah buku berjudul The Science and Miracle of Zona Ikhlas, memilki relevansi yang kuat untuk melihat, bagaimana keikhlasan membawa berbagai keajaiban bagi umat manusia.

Buku yang ditulis oleh Erbe Sentanu ini, adalah sekuel dari Quantum Ikhlas : Teknologi Aktivasi kekuatan Hati (QI), yang tujuannya untuk membuat akselerasi hati dari buku QI sebelumnya. Buku ini juga dilengkapi dengan DVD penjelasan konsep Quantum Ikhlas dan Petunjuk penggunaan CD Audio Brainwave Digital Prayer yang dimaksudkan untuk mengaktivasi tombol ikhlas di otak agar lebih memahami penjelasan dan kisah yang dibaca.

Karya dari seorang Spritual Motivation Coach ini juga menjawab kerinduan bagi mereka yang membutuhkan suatu petunjuk operasional 'berserah diri' yang sudah begitu sering kita dengar lewat berbagai tuntutan bijak di negeri ini seperti: "Kita harus ikhlas. Sudahlah ikhlaskan saja..." dan berbagai varian lainnya.

Buku ini diracik menjadi dua bagian yaitu The Science of Zona Ikhlas dan bagian kedua The Miracle of Zona Ikhlas. Bagian satu mengulas ringkasan berbagai pandangan sains-ilmu pengetahuan yang telah 'bergandeng tangan' mendukung tuntutan hidup berserah diri. Aspek scientific buah nalar untuk kemajuan peradaban manusia ini kurang didalami, sehingga inner resources atau daya kerja spiritual banyak kita banyak yang terabaikan karena tidak terukur keilmiahannya.

Dengan membaca diskusi yang ada dalam buku ini yang tentu saja perlu dilanjutkan sendiri, pembaca diharapkan tidak lagi ragu memilih the ultimate inner solution dalam strategi meraih kesuksesannya. Selanjutnya, pada bagian kedua yaitu The Miracle of Zone Ikhlas, merupakan kumpulan kisah pengalaman dari para pembaca QI dan peserta Katahati Institute. Mereka mengisahkan berbagai pengalaman penuh anugerah kemudahan dari sang pencipta saat mereka mencoba menapak di jalan ikhlas.

Kisah-kisah yang ada di dalam buku ini didapat dari bermacam-macam orang dengan usia, latar belakang dan profesi yang berbeda. Dari seorang tukang gorengan atau seorang supir taksi yang berhasil meningkatkan omzetnya secara ajaib, hingga pengusaha yang sering kali menemukan kereta apinya atau pesawat terbangnya seolah 'rela' menunggu jika kebetulan ia terlambat karena terjebak kemacetan. Dari seorang karyawan yang dibuat bangkrut oleh perusahaan, kemudian justru bangkit menjadi pemimpin di perusahaan itu, hingga seorang selebriti yang selalu panik mengejar job untuk tetap eksis, yang berubah tenang karena telah mengetahui metode rahasia untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

Namun, bukan saja melulu menceritakan tentang kisah sukses yang miraclous, tetapi buku ini, juga memuat kisah mereka yang gagal dalam ujian ikhlas (seperti kisah "Kesombongan Telah Menjauhkan Tuhan dari Dariku" di halaman 310), semua dimaksudkan agar pembaca dapat menarik pelajaran. Selain itu, melalui penjelasan dalam buku The Science and Miracle of Zona Ikhlas ini, bangsa Indonesia kembali diingatkan tentang kekuatan metode quantum iklhlas, yang didasari oleh keterampilan menyerahkan segala urusan kehidupan kepada Tuhan berlandaskan keyakinan dan kepasrahan atas kekuatan-Nya.

Dengan pemahaman dan keterampilan ikhlas, diyakini bangsa Indonesia dapat keluat dari kondisi apapun yang sedang dialami saat ini. Terakhir, bacalah buku ini dengan hati yang terbuka dan biarkan buku ini menyentuh salah satu sisi terdalam diri Anda. Izinkanlah inspirasi spiritualnya mengingatkan salah satu tugas Anda sebagai Pejuang Ikhlas yang mengemban tugas mulia di Nusantara tercinta.

Sumber : Kompas.com
Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

Quantum Ikhlas, The Power of Positive Feeling


Judul buku : Quantum Ikhlas, The Power of Positive Feeling
Penulis : Erbe Sentanu
Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta
Bahasa : Indonesia
Cetakan 1-4 : 2007
Tebal : xxxvii + 236 Halaman
Harga : Rp. 68.800,-
Bedah Buku Oleh Daisy M.E. Suhari

Sinopsis :
“Lain dari yang biasa. Sebuah petunjuk sukses dengan mengandalkan kekuatan Allah.” (Rano Karno, Tokoh masyarakat perfilman Indonesia)
.....
“Beda dari kebanyakan buku Self Help, lebih berani menyentuh dimensi hati.” (Sarwono Kusumaatmadja, Anggota DPD RI)

“Saya sudah menyaksikan kedahsyatan film The Secret sejak tahun lalu, yang saya tidak sangka adalah kunci rahasianya ternyata justru saya dapatkan di Katahati Institute. Sekarang saya ikut membantu menyebarkan teknologi Quantum Ikhlas ke negara-negara lain di Asia,” komentar G. Kuna Sekaran, Life Transformation Coach, Singapore.

“Metode yang bisa menjadi alat yang teramat penting untuk menuntun tranformasi masyarakat Indonesia, yang dimulai dari perubahan pribadi demi pribadi.” (Dewi Lestari, Penyanyi dan penulis buku bestseller Supernova)


Komentar-komentar di atas adalah komentar dari beberapa orang yang disitir di dalam buku Quantum Ikhlas yang sudah berkenalan dengan konsep-konsep yang disampaikan dalam buku tersebut apakah melalui pertemuan pribadi dengan sang pengarang, Erbe Sentanu – lebih akrab dipanggil Mas Nunu ataupun telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Katahati Institute, Lembaga Pelatihan Transformasi Diri yang didirikan oleh Mas Nunu di tahun 2004.

Teknologi Quantum Ikhlas tidak semata membantu anda memiliki harta yang anda inginkan. Ia juga tidak sekedar memudahkan anda mengerjakan hal-hal yang anda inginkan. Teknologi Quantum Ikhlas akan membantu anda menjadi orang yang berhak memiliki dan mengerjakan apa yang anda inginkan, dengan lebih mudah. (Erbe Sentanu)

Pertanyaan utama yang sering menjadi pertanyaan banyak orang adalah APAKAH sebenarnya “sukses” itu ? Apakah sebenarnya tujuan hidup yang kita cari ? Untuk apakah Allah menghadirkan kita di dunia ini ?

Everything is within you. Ask all from yourself…
Jalaluddin Rumi

Menyitir ungkapan Rumi di atas, buku ini hendak mengingatkan kembali fitrah kita sebagai manusia untuk kembali kepada kesejatiannya, untuk kembali kepada fitrahnya sebagai mahluk yang paling sempurna sebaik-baiknya ciptaan Allah. Suatu hal yang sering sekali kita lupakan dengan kecenderungan untuk lebih mengungkapkan semua keluhan dan kesulitan yang kita hadapi dalam kehidupan ini.

Pikiran-pikiran kita sering me”limitasi” / membatasi kita sehingga muncullah pertanyaan-pertanyaan di atas … APAKAH sebenarnya “sukses” itu? Mengapa rasanya sulit sekali meraih kesuksesan itu ? Sukses dalam hal bukan hanya karir dan finansial semata, tetapi juga termasuk keluarga yang harmonis, persahabatan, kesehatan, tingkat intelegensi, rasional, emosional, maupun kecerdasan spiritual.

Banyak cara untuk sukses dan bahagia. Dan, seperti banyak orang, kita juga senantiasa bekerja keras berusaha berubah agar bisa menikmati hidup yang lebih menyenangkan. Dalam buku ini, dengan filosofi yang disebutnya Quantum Ikhlas – karena dalam menerangkan konsep pemikirannya, mas Nunu mendasarkan penjelasannya dengan menggunakan prinsip-prinsip Fisika Quantum - kita hanya di’ingatkan’ saja proses yang sebenarnya sangat sederhana dalam mencapai kebahagiaan hakiki dan mencapai sukses hidup; pekerjaan, materi, dan relasi yang menyenangkan, secara ikhlas, yaitu dengan mengembalikan ‘kesadaran’ kita akan fitrah manusia sebagai makhluk yang sempurna. Fitrah manusia berada di zona ikhlas. Manusia yang sempurna adalah manusia yang hidup seimbang dan utuh dengan seluruh kecerdasannya -kecerdasan fisik (Physical Quotient), kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient), kecerdasan emosional (Emotional Quotient), dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient).

Dalam Fisika Quantum, ditemukan bahwa dibalik semua yang ada di dunia (materi) sebenarnya hanyalah terdiri dari energi getaran (vibrasi) yang disebut dengan Quanta. Kesempurnaan manusia pada dasarnya merupakan rangkuman dari semua manifestasi quanta tersebut karena manusia memiliki sifat materi (dengan adanya tubuh fisik), dan sifat yang lebih tinggi dan agung (divine / Ilahiah) dalam jiwa dan ruh-nya yang mewujud di dalam alam pikiran dan perasaan manusia. Melalui kesadaran untuk manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu kembali kepada sifat dan kecenderungan Ilahiahnya, maka manusia bergerak menuju suatu tingkatan kesadaran yang semakin tinggi dan pada akhirnya berada dalam posisi paralel / selaras dengan sumber materi yang lebih tinggi tersebut. Manakala keselarasan itu terjadi, hal yang ada dalam alam materi (dunia) bisa terwujud.

Dengan pemahaman bahwa semua yang ada dalam alam pikiran dan perasaan mengandung suatu energi quanta, maka bila proses yang terjadi dalam alam pikiran dan perasaan bisa ’disetel’ sehingga dilandasi dengan perasaan yang positif yaitu rasa damai, cinta, dan penerimaan serta keikhlasan, maka semua tujuan yang ingin dicapai dalam bentuk kesuksesan sebagaimana yang telah diulas di atas menjadi bagian yang menyatu dengan kehidupan kita..dan lalu menjadi otomatis kita terima.

Menurut Mas Nunu, ikhlas dalam hati manusia mewujud melalui perasaan-perasaan damai, sabar, mudah bersyukur, tawakal, dan menyerahkan urusan pada Tuhan ketika kita sudah berusaha maksimal. Dengan kata lain, tidak memaksakan kehidupan untuk selalu berjalan sesuai kehendak kita.

Bila pembaca sudah pernah menonton film atau membaca buku ”the Secret”, maka prinsip yang dikenal dengan ”Law of Attraction” dijelaskan dengan lebih menyentuh aspek religi sehingga menjadi konsep yang lebih mudah diterima untuk masyarakat Indonesia. Konsep dalam Law of Attraction : “Ask, Believe, Receive” dalam film/buku The Secret diulas dengan metode pendekatan “DOA” yang dikabulkan oleh Tuhan. Walaupun banyak mengambil referensi dari Al Quran, namun buku ini sangat cocok untuk dikonsumsi oleh semua kalangan.


Yang patut dicermati dalam penjabaran buku ini pendobrakan terhadap konsep ’Positive Thinking’ yang selama ini sering ditekankan dalam berbagai pelatihan self development dan pengembangan soft competencies lainnya. Ternyata ’Positive Thinking’ tidaklah berarti apa-apa karena semata-mata hanya mengandalkan kekuatan pikiran dan kekuatan diri sendiri. Buku ini jutru memperkenalkan pentingnya ’Positive Feeling’ yang digambarkan sebagai suatu perasaan yang sudah mencapai ’zona ikhlas’ melalui pengandalan kepada kekuatan diri dan juga kekuatan Ilahiah yaitu Tuhan. Dengan selalu menjaga kondisi perasaan pada zona ini, maka keselarasan vibrasi/ getaran (dianalogikan dengan gelombang /frekwensi radio) kita akan lebih mudah bersinggungan dengan energi yang lebih tinggi yang asalnya dari energi Ilahi sehingga kejadian-kejadian yang kita alami akan lebih sering dalam sinkronitas dan keterhubungan yang tidak terduga-duga yang menuntun kita untuk bisa mencapai hal-hal yang kita dambakan (baca : DOA-kan)

Diingatkan juga dalam buku ini jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran, maka yang timbul adalah suatu kebingungan. Saat terjadi konflik, ketidaksinkronan pikiran akan selalu kalah dengan perasaan . Karena semua keinginan adalah bentuk keputusan sementara di kepala, sementara perasaan merupakan keputusan final di hati. Sebelum kita berhasil membuat hati setuju dengan pikiran maka selama itu pula, kita akan terombang ambing dalam ketidakberdayaan. Dengan kata lain, sebelum keyakinan antara pikiran, perasaan dan tindakan kita sinkron, selaras, atau harmonis, keberhasilan dan kebahagiaan akan sulit kita raih.


Selain pembahasan mengenai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, mas Nunu juga memasukkan penjelasan mengenai teknologi gelombang otak dan pengkategorisasian frekuensi gelombang otak sebagaimana juga sering dibahas dalam banyak buku motivasional lainnya. Ternyata kekhusyuan dalam doa yang sering dicari orang melalui berbagai aktivitas ’nyepi’ atau pun ’semedi’ adalah kondisi di saat gelombang otak berada dalam keadaan Alpha. Dan kondisi inilah yang merupakan pintu masuk untuk bisa melakukan pemrograman ulang dari hal-hal yang sudah ter’install’ di dalam pikiran bawah sadar kita. Dan secara teknologi memang terbukti bahwa ”tombol ikhlas” di otak kita berdenyut lebih keras manakala kita berada dalam kondisi Alpha.

Mencapai kondisi gelombang otak Alpha secara teknologi sudah dimungkinkan dan oleh karenanya buku ini dilengkapi dengan sebuah CD yang berisi musik dan suara yang sudah diinsersi dengan gelombang tertentu yang otomatis bisa menurunkan gelombang otak pendengarnya dari kondisi Beta ke kondisi Alpha. Melalui latihan yang intensif, maka secara otomatis kondisi fisik otak kita pun menjadi terlatih sehingga mengakses zona iklhas bisa menjadi lebih mudah dan otomatis.

Demikian inginnya mas Nunu menjelaskan secara ’rasional’ konsep keikhlasan maka memang buku ini seperti hendak ’menteknologikan’ hal-hal yang sifatnya sebenarnya spiritual agar menjadi lebih mudah dipahami dan di’pikir’kan oleh kita yang memang lebih sering terbentuk untuk menggunakan otak kiri yang lebih memproses hal-hal analitis ketimbang otak kanan kita. Akibatnya justru bagi pembaca pemula, mungkin beberapa bagian buku ini dirasa agak “berat” karena banyak menggunakan istilah-istilah bahasa teknis dalam menjabarkan konsep-konsep abstrak fisika kuantum.

Namun, agar buku ini relatif mudah untuk diserap dan dipahami mas Nunu berusaha mengimbangi “berat”-nya bahasa filosofis dengan memasukkan sebanyak mungkin analogi. Salah satunya, mengibaratkan otak pikiran dan perasaan manusia sebagai komputer yang memiliki hardware dan software sebagai mesin sistem navigasi hidup. Sistem yang harus senantiasa di-upgrade, dibersihkan dari virus-virus pikiran dan perasaan bawah sadar negatif yang membuat manusia merasa takut, cemas, ragu, sulit memaafkan, dan sebagainya.

Inti pesan buku ini sarat makna, inspiratif, dan praktis. Berusaha membuka hati siapa saja yang ingin mengubah kehidupannya dengan mengubah dirinya sendiri. Harapan sang penulis, Quantum Ikhlas adalah jawaban dan obat manjur bagi penyakit hati yang kini banyak melanda masyarakat Indonesia. Akhirnya, Mas Nunu mengajak kita semua, untuk menciptakan dunia yang sukses berdasarkan kekuatan hati yang ikhlas. Marilah kita berdoa agar setiap orang sukses dan bahagia dalam hidupnya. Mari kita ganti kompetisi dengan kerja sama. Mari kita ubah kegelisahan menjadi kedamaian. Kita ganti ketakutan dengan kasih sayang.

Dengan memanfaatkan segenap kekuatan fitrawi kita dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan, biarlah Dia yang menjadi referensi utama kita. Dan kita semua tahu, tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan.
Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

Change! Manajemen Perubahan dan Harapan


Judul : Change! Manajemen Perubahan dan Harapan
Penulis : Rhenald Kasali, Ph.D.
Penerbit : Gramedia
Bahasa : Indonesia
Halaman : 434
ISBN : 9792212329, 20805008
Related categories : Pengembangan Diri & Motivasi, Ekonomi & Keuangan
Sinopsis
Soft CoverTak peduli barapa jauh jalan salah yang Anda jalani, putarlah arah sekarang juga (Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan)Berubah, diubah, paradox of changeSigmoid Curve dan perjalanan bangsa-bangsa Melompat ke kurva ke-2 Melihat, bergerak, dan menyelesaikan perubahan. Membentuk "BeliefAction Oriented, Simplicity Transformasi nilai-nilai dan budaya korporat Manajemen Harapan Pesta Perubahan Sering kali seorang CEO, berhadapan dengan perubahan setelah dia sudah berada di ambang pintu. Situasi seperti ini mungkin dapat diatasi, tetapi pasti hasilnya bukankah suatu potensi atau pun kegunaan. Buku ini menjelaskan bagaimana pemimpin menghadapi semua itu. Manajemen perubahan sangat dibutuhkan agar perubahan yang dicanangkan tidak berubah menjadi keterpurukan-keterpurukan dan berujung pada kegagalan.

Seperti yang diuraikan dalam buku ini, kita harus melibatkan banyak pihak untuk melihat, bergerak dan yang bergerak belum tentu mampu menyelesaikan. Crescit eundo, bertumbuh selagi berjalan. Di buku ini, Sdr. Rhenald Kasali menulis siklus kehidupan yang harus dilalui, baik oleh semua mahluk hidup, alam, manusia, perusahaan, maupun bangsa-bangsa di dunia. Hanya mereka yang mampu melakukan adaptasi dengan perubahan yang mampu bertahan melewati kurva tersebut. Buku ini saya nilai sangat tepat waktu dan tepat temanya karena ditertibkan di tengah-tengah kondisi bangsa kita yang sedang mengalami pilihan-pilihan dilematis pada zaman yang senantiasa berubah. Nilai-nilai social harmony yang terjadi di BUMN mau tidak mau harus diperkaya dengan nilai-nilai kecepatan, berorientasi pada bisnis, pelayanan pasar, dan competitiveness. BUMN mutlak harus berubah menjadi lebih profesional dan profitable.
Buku ini dapat memperkaya profesional di BUMN dalam melakukan perubahan, termasuk transformasi nilai-nilai. Eksekutif Indonesia umumnya hanya tahu bagaimana mengelola keteraturan dan suasana yaang tumbuh. Bagaimana mengelola perusahaan yang sedang turun? Eksekutif harus terbiasa dengan perubahan dan cepat mengantisipasinya.
Sumber : http://www.kampusbook.com
Baca selengkapnya Zona Sulistyowati: Resensi Buku

Silaturrahim Yuuk

Pesan Sahabat


ShoutMix chat widget

About Me

Moga tiap langkahku membawa berkah. Ibarat Tanaman, dimanapun saya ditanam, bertumbuh dan berkembanglah.

Followers

Visitor

design by sls_nomy04. Diberdayakan oleh Blogger.